Darul Ihsan – Pengunjung penyulutan api unggun gembira Lomba Perkemahan Kampung Pramuka (LPKP) 2025 Darul Ihsan mencapai ribuan penonton. Sebab momentum tersebut tak hanya menjadi ajang pertemuan antarpramuka.
Namun diwarnai dengan penampilan grub musik tradisional Tong-tong yang menggugah semangat kebersamaan.
Diketahui, penyulutan api unggun tersebut, bertempat di Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (27/5).
Grup musik Tong-tong yang tampil itu, yakni Tong-tong Serek Pandawa Kelana, Tong-tong Serek Laskar Wijaya, Tong-tong Daul Pangeran Trunojoyo, dan Tong-tong Daul BJS Sumekar.
Ketua Panitia LPKP 2025, Ach. Nafis Salim, menyebut keterlibatan warga menjadi kekuatan utama suksesnya malam api unggun. “Ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk pelestarian budaya. Warga datang bukan karena undangan resmi, tapi karena dorongan batin untuk merayakan kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Nafis, LPKP tahun ini memang sengaja dirancang untuk menyentuh sisi budaya lokal, dengan menggabungkan nilai-nilai kepramukaan dan tradisi masyarakat Madura.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar kedisiplinan, tetapi juga mengenal kekayaan budaya daerahnya,” katanya.
Sementara itu, Pembina Pramuka, Sahuri, mengapresiasi pelibatan warga dalam acara tersebut. Dia menilai kegiatan seperti ini turut memperkuat soliditas antar desa. Seperti Desa Pakamban Daya dan Jaddung ini.
“Kebersamaan seperti ini menjadi momen langka. Anak-anak muda bisa belajar mencintai warisan lokalnya,”
Terpisah, seorang pengunjung dari Desa Jaddung, Suhami (31), mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan acara tersebut. Sebab baru pertama kali ini, kegiatan LPKP dikonsep dengan seni tradisional daerah.
“Anak saya suka musik Tong-tong. Ini pengalaman berharga bagi mereka, saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar.
Pantauan Media Darul Ihsan, pengunjung LPKP 2025 ini lebih dari seribu penonton. Sebab sepanjang jalan menuju Bumi Perkemahan (Buper) padat dengan penonton. Bahkan, lahan parkir yang disediakan panitia tidak cukup. (Ibl)
