Darul Ihsan – Hari pertama dalam rangkaian acara Festival Seni dan Sastra Madrasah Darul Ihsan, Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, panitia menghadirkan diklat teknik penulisan puisi, pada Minggu (8/2/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 08:00 WIB ini bertempat di auditorium utama pondok dengan diharidi oleh pemateri Asy’ari Khotib.
Tujuan diklat tersebut, Panitia Moh. Nizarul Aufa menuturkan bahwa inisiatif ini bukan sekedar rutinitas formalitas dalam festifal, melainkan langkah kongkret untuk membangun jejaring bakat yang terpendam di bidang sastra.
“Kami ingin santri juga terampil terampil mengekspresikan gagasan dan keresahan sosial mereka melalui media puisi yang estetis,” ungkapnya di sela-sela acara.
Sementara itu, peserta diklat Moh. Alfan Afnani mengatakan, selama sesi berlangsung pemateri menekankan beberapa poin penting dalam kepenulisan puisi, diantaranya; kepekaan dari fenomena sehari-hari, pengolahan kata, dan ruh tulisan.
“Itu beberapa (red. Poin) yang kami catat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Alfan menegaskan bahwa peserta sangat menunggu momen ini. Sebab menurutnya, mereka mempunyai semangat tinggi untuk mengikuti jejak alumni Darul Ihsan. “Sejak dulu Darul Ihsan menjadi gudangnya para penulis,” lanjutnya.
Saat sesi tanya jawab berlangung, para siswa terlihat berdesakan untuk mengajukan pertanyaan. Bahkan tak sedikit pula yang bersiap diri untuk mempraktikkan teknik menulis sekaligus membacakan puisinya secara langsung di hadapan pemateri.
Acara ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya penulis-penulis muda dari Madrasah Darul Ihsan yang mampu mewarnai khazanah sastra di Kabupaten Sumenep maupun di tingkat nasional. (Zul)
