Penuh Semangat! Santri Darul Ihsan Tutup Rangkaian FSS 2026 dengan Diklat Teknik Pembuatan Video Pendek

Darul Ihsan – Siswa Madrasah Darul Ihsan menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti serangkaian acara Festival Seni dan Sastra (FSS) 2026. Keseriusan itu, terlihat ketika mereka tetap menghadiri Diklat Pembuatan Video Short yang digelar di auditorium utama pokdok, pada Selasa (10/2/2026) malam.

Untuk diketahui, diklat pembuatan video short, merupakan pelatihan terakhir setelah sebelumnya rangkaian diklat lain seperti penulisan puisi, cerpen, novel, dan seni acting digelar.

Meski digelar di malam hari, suasana ruangan tampak tetap hidup. Ditambah, pemateri yang dihadirkan panitia merupakan alumni Pondok Pesantren (PP) Darul Ihsan sendiri yang telah berpengalaman di bidang kreatif, sehingga komunikasi antara peserta dan narasumber terjalin sangat akrab.

Kehadiran alumni sebagai mentor memberikan motivasi yang nyata bagi para siswa. Sebab, selain belajar teknik mengambil gambar, para siswa juga mendengarkan pengalaman nyata bagaimana nilai-nilai pesantren diadaptasikan ke dalam konten digital.

Pernyataan itu disampaikan salah satu peserta diklat Wilda Agustin. Menurutnya, materi yang disampaikan terdengar lebih nyata karena para siswa telah melihat secara langsung karya dari sang mentor.

Materi yang disampaikan, lanjut Wilda, sangat relevan dengan kebutuhan santri saat ini yang ingin tetap eksis di dunia digital tanpa meninggalkan identitas kesantriannya. “Kami jadi paham bahwa konten keren itu tidak harus jauh dari nilai agama, justru nilai-nilai pondok itulah yang menjadi keunikan karya kami,” ujar Wilda.

Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia FSS 2026 Khoirunnasihin menjelaskan bahwa alumni sengaja dihadirkan untuk membangun kedekatan emosional. “Kami ingin menunjukkan bukti nyata, bukan sekadar teori. Dengan melihat kesuksesan alumni di bidang kreatif, para siswa akan merasa bahwa jalan untuk berkarya di dunia digital itu nyata dan sangat mungkin mereka capai,” tegas Khoirunnasihin.

Lebih lanjut, tujuan akhir dari seluruh rangkaian diklat adalah untuk melahirkan kader santri yang multitalenta. Dengan bekal, mulai dari penulisan sastra hingga produksi video, santri diharapkan mampu menjadi penggerak literasi di lingkungan masyarakat nantinya. (Zul)

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *