Darul Ihsan — Langkah kaki ratusan santri serta ditangan mereka, bambu-bambu berhiaskan bersumbu kain gejolak menyalakan api. Malam itu, Rabu (8/7/2026) tepat pukul 18.30 WIB, kegelapan Jalan Desa Jaddung seketika sirna, digantikan oleh pemandangan magis lautan api yang bergerak memanjang.
Pondok Pesantren Darul Ihsan kembali menggelar tradisi tahunannya yakni Pawai Obor. Pawai obor telah melekat kuat sebagai identitas spiritual dan kultural yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Suasana malam yang sakral begitu terasa saat satu per satu ujung obor mulai menyala . Dari satu sumber yang sama, cahaya itu menjalar cepat, memercikkan kehangatan di tengah dinginnya angin malam.
Jalanan desa yang biasanya sunyi berubah menjadi panggung syiar yang megah dan hidup.
Secara filosofis, kilatan api yang dibawa oleh para santri PP. Darul Ihsan ini menyimpan sejuta harapan yang mendalam.
Nyala obor yang berkobar di kegelapan malam melambangkan doa agar setiap santri senantiasa dianugerahi cahaya—yakni hidayah atau petunjuk hidup—serta ilmu pengetahuan yang berkah.
Api itu adalah simbol tekad kuat mereka untuk memutus mata rantai dan memerangi kebodohan di tengah masyarakat.
Melalui Haflatul Imtihan tahun ini, PP. Darul Ihsan tidak hanya merayakan kelulusan dan kenaikan kelas para santrinya, tetapi juga menegaskan kembali komitmen mereka: menjadi lentera yang siap menerangi dan menuntun umat menuju jalan kebaikan. (Faizi)
