Catatan Penulis: Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis sebagai alumni, namun sekaligus mencerminkan kebanggaan keluarga besar alumni serta dukungan moral dari PP. Darul Ihsan terhadap capaian yang diraih.
“Dunia hanya menyediakan peluang. Hasilnya, kamu yang harus menjemput”. Catatan ini untuk alumni PP. Darul Ihsan, Anas Fiqri Qodri, yang hari ini dinobatkan sebagai Runner up Putera Puteri Ekonomi Syarian UIN Madura.
Saya ingat betul, ketika anak ini datang sebagai pendaftar pencaloan ketua osis di Darul Ihsan, sekitar 2022 lalu. Betapa tidak percaya saya dengan Riko (sapaan akrabnya), sebab, jujur saja, apa yang bisa saya yakini Darul Ihsan bakal padat kegiatan dari seorang nakoda yang lugu, tidak terlalu serius, dan seterusnya.
Dari sekian banyak pasangan calon (Paslon), penitia menerima Riko dan wakilnya sebagai Paslon yang tidak memiliki tim penggerak kemenangan waktu itu, agar suaranya didengar.
Namun, sosoknya yang sesungguhnya mulai nampak ketika ia membacakan visi-misi kepemimpinannya, jika terpilih. Pidatonya lugas, terarah, terstruktur dan memotivasi. Apa yang disampaikan Riko saat itu seperti strategi tapal kuda, dalam benak saya ia mengurung keraguan, memperluas keyakinan, dan menancap ke arah yang jelas.
Dari yang disampaikan Riko, beberapa siswa tampak mulai termangu, menatap Riko dalam-dalam. Bahkan bilang; “Bukan Riko namanya kalau tidak nyentrik” ujar salah satu pemilih loyalis yang mulai bengkok.
Singkatnya, setibanya di penghitungan suara, Riko unggul telak dari pasangan lain yang sebelumnya dianggap memiliki potensi terbesar.
Kepemimpinnya pun mulai mendapatkan ruang di hati para siswa. Perlahan, Osis mulai menjajaki program baru. Sehingga Riko tidak lagi dipandang sebagai sosok yang sekedar hidup, melainkan figur yang mampu membawa arah baru. Sikapnya tenang, terukur, dan visinya jelas yang membuat orang sekitarnya percaya bahwa bahwa amanah memang jatuh kepada tangan yang tepat.
Bahkan hari ini, saya kembali dibuat terkejut. Dia dinobatkan sebagai Runner up Putera Puteri Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.
Memahami sosok Riko, rasanya tak jauh beda dengan apa yang dikatakan Wira Nagara, salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia season ke-5 2015, begini; “ternyata selama ini kita terlalu banyak melihat ke luar, menatap layar, lupa menatap diri, terlalu terbebani gensi, dan hidup terlalu santai, sehingga banyak impian yang tidak tercapai,” dikutip dari Channel Youtube @inourtwetiesid.
Artinya, ia sebenarnya sudah miliki potensi-mungkin juga begitu dengan halnya kita. Hanya, butuh percaya, butuh tekat, dan seterusnya. Riko, adalah orang yang tidak menyibukkan hal-hal yang menghambat perkembangan dirinya. Begitu juga seharusnya kita.
Pihak lembaga pun memberikan apresiasi melalui Wakil Bidang Kesiswaan dan Alumni PP. Pesantren Darul Ihsan, Ust. Hefni Yas Rohiem, yang menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian yang kini diraih Riko.
“Harapannya teruslah berkarya untuk berkiprah ajang – ajang yang lain kalau bisa sampai ke ajang nasional sebagai bagian dari komitmen membudayakan prestasi yang telah diwarisi oleh PP. Darul Ihsan,” ungkap Ust Hefni.
Sekarang, Riko adalah figur yang menggabungkan kepemimpinan, intelektualitas, dan nilai-nilai syariah untuk memberi manfaat yang lebih luas—baik untuk kampus, masyarakat, maupun dirinya sendiri.
Selamat, Anas Fikri Qodri, tetap nyentrik seperti gayamu yang khas, dan tetap memberikan motivasi bagi yang lain.
Ditulis oleh : Zulfan
