Darul Ihsan – Pondok Pesantren (PP) Darul Ihsan sukses melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81. Upacara yang diikuti oleh seluruh asatidz (dewan guru) dan ribuan santri ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Abd Mu’iz menyampaikan amanat penting mengenai reposisi makna jihad bagi kaum sarungan di era kontemporer. Menurutnya, jika dahulu para santri mengangkat senjata melawan penjajah, maka saat ini jihad santri telah terbagi menjadi tiga bagian krusial:
- Jihad Literasi Keilmuannya: Santri dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, serta tanggap terhadap perkembangan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman global.
- Jihad Akhlak dan Moral: Menjadi benteng etika di tengah gempuran dekadensi moral modern, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan, kejujuran, dan akhlakul karimah.
- Jihad Persatuan: Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk perpecahan, serta menjadi perekat sosial di tengah keberagaman bangsa.
Dalam momentum yang penuh berkah tersebut, Abd Mu’iz juga memimpin doa bersama untuk keselamatan negeri. Beliau berharap agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala macam musibah serta marabahaya.
Mengakhiri amanatnya, beliau menyampaikan harapan besar bagi masa depan lembaga.
“Semoga PP. Darul Ihsan tetap konsisten menjadi lembaga pendidikan yang senantiasa mencetak santri-santri berkeilmuan tinggi, sehingga mereka benar-benar merdeka dari belenggu kebodohan,” tegas Abd Mu’iz yang disambut khidmat oleh seluruh peserta upacara. (Faiz)
