Darul Ihsan – Madrasah Aliyah (MA). Darul Ihsan, Pakamban Daya, Pragaan, mendapat apresiasi dari Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep atas prestasi besarnya mencetak santri yang mampu menerbitkan karya tulis ilmiah. Program ini, dinilai sebagai langkah progresif dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan Madrasah.
Pernyataan tersebut dituangkan oleh Mohammad Nurul Hajar, Pengawas Kemenag Kab. Sumenep, melalui tulisannya yang dilayangkan di laman resminya, saat kunjungan ke MA. Darul Ihsan.
“Setiap siswa kelas akhir menerbitkan karya tulisnya. Awalnya saya sempat tidak percaya hal itu. Tetapi ketika karya-karya siswa diambil dan tunjukkan, maka dari tidak percaya menjadi rasa hormat dan salut,” ungkapnya, dalam catatan perjalannya di h4j4r.blogspot.com, Selasa (22/07/2025).
Ia menilai, di tengah perkembangan zaman yang cepat dan penuh tantangan, program tersebut dapat menjadi kendaraan bagi santri untuk menumbuhkan semangat literasi.
“Program ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan sebuah proses transformasi yang membekali siswa dengan keterampilan literasi tingkat tinggi dan rasa percaya diri untuk berkarya,” tambahnya.
MA. Darul Ihsan tidak hanya fokus pada pelajaran sekolah, tetapi juga mendorong santri menghasilkan karya tulis yang diterbitkan, sehingga menjadi bekal perjalanan di jenjang pendidikan selanjutnya.
“Tradisi ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, setiap siswa mampu melampaui batas-batas tugas akademis biasa dan menjadi seorang penulis,” jelasnya.
Untuk diketahui, media ini juga mengonfirmasi salah satu tim penasehat penerbitan buku PP. Darul Ihsan, Ust. Hafni Yas Rohiem. Ia menjelaskan bahwa PP. Darul Ihsan telah memiliki lembaga penerbitan yang sudah berumur puluhan tahun, yakni Lembaga Kajian Studi Darul Ihsan (LKSDI).
Senada dengan Nurul Hajar, Ust. Hafni Yas Rohiem menjelaskan, untuk melancarkan program tersebut LKSDI kini terikat kerja sama dengan salah satu lembaga penerbitan di Yogyakarta.
“LKSDI ini sudah banyak meluncurkan karya-karya terbaik santri PP. Darul Ihsan,” ujarnya pada media ini, Selasa (22/07/2025).
Ia juga menambahkan bahwa program tersebut tidak lepas dari bimbingan para guru, karena mereka sadar kegiatan ini mampu mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.
“Kami (Red.LKSDI) berharap, agar santri dan guru mempunyai spirit yang sama, untuk terus tumbuh, belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama” tukasnya.
Pewarta : Romzul Fannani, Editor : Raudlatul Jannah
