Madura, Darul Ihsan | Lembaga Pondok Pesantren Darul Ihsan berdiri kokoh, di lembah lerèng gunung yang permai, mentari memeluk wajah-wajah para santri dan para Alumni yang penuh semangat dimasanya menadah ilmu
Ikatan Alumni Darul Ihsan (IKADA) menjadi armada yang membawa ribuan santri bersua dan saling sapa, berkumpul dalam majlis, serta menatap telaga yang pernah ditimba, bumi Darul Ihsan.
Suasana pun khidmat, udara seolah bermunajat mengiringi detak jantung, menanti nasihat dari sang mursyid yang tak pernah letih menunjukkan jalan. Kiai Mushaffa Sa’id, dan Nyi. Mairah binti Baihaqi terasa hadir ditengah-tengah para santri dan Alumni (6/04/2025).
Sembari senyum dalam sambutnya, K. Abd. Halim Mushaffa, koordinator PP. Darul Ihsan meneduhkan santri dengan kalimat lembutnya, keihlasan tetap menjadi nafas perjuangan yang tak lekang oleh waktu.
“Kalau perjuangannya ikhlas, perjuangannya akan menjadi langgeng,” tutur beliau diatas podium saat itu.
Dalam balutan kain putih penuh wibawa, wajah beliau tak hanya membawa rindu, namun juga menyulam kembali silaturrahmi yang sempat terpisah ruang dan waktu. Melanjutkan sapaannya, K. Abd. Halim Mushaffa mengingatkan santrinya bahwa:
” batin kita semua hidup, adalah bentuk perjuangan guru, mereka yang menyalakan cahaya dalam gelap kita, tanpa pernah meminta sorot balas”.
“Karena barokahnya beliau (K. Mushaffa Sa’id. Ny. Mairah Binti Baihaqi), rohani kita hidup, jiwa kita menjadi tahu _bainal haq wal bathil._ Seingga dengan bukti syukur, kita meluangkan hadir ke tempat ini reuni Darul Ihsan,” Tutur beliau dengan penuh harap.
Dengan kesabaran yang tak bertepi, beliau menanamkan ilmu, menuntun jiwa, dan membangunkan nurani yang nyaris tertidur.
Maka bila hari ini kita mampu berdiri dan berjalan di atas jalan kebaikan, itu karena ada doa mereka yang lebih dahulu bersujud dalam sunyi. [Jen]
