Sajak-sajak Alfi Syafiqah

Sajak-sajak Alfi Syafiqah

Rapuh

Saat Mentari membelenak di ufuk timur

Ketika bayang senyummu

Tak lagi memeluk mersah hariku

Semua hampa

Hanya kesal yang kini masih bergelora

Rapuh penyesalan yang tertinggal

Dalam kisah Sejarah

Merindukan bayangmu dalam sesal

Kini ku akui semua memang salahku

Maaf maaf yang bisa kulantunkan

Untukmu

Malam Tanpa Rindu

Saat kubermain diseparuh malam yang dingin

Kumenemukan bayang yang hilang

Pada senyuman lewat dua angan

Terhempit rasa pada kesenangan

Rindu saja aku nikmati

Pada sepucuk rindu asmara

Kini telah kuyakinkan

Malam ini tanpa sebuah rindu

Melukis mesra tanpa harus bertemu

Selamat malam aku rindu kamu

Rindu di Ujung Pertemuan

Tak kuhiasi pertemuan ini

Dengan seujung rindu yang sepi

Rindu adalah hal yang abadi

Telah kutemukan setetes air mata

Padsa pagi yang tak kunjung mengsenja

Penantian pada pada gelombang yang sama

Pada harapan aku berkata

Pada cinta aku mempunyai rasa

Janji yang sudah aku lewatkan

Kini berakhir pada sebuah kenangan

Dan kini yang kutakutkan

Adalah rindu sesaat

Rindu keabadian

Sekertas Rindu

Kulihat sebening air mata aku

Kupegang segenggam tanganku

Waktu berlalu membawa sayup sayup rindu

Terlepas terbawa terbawa angin dan hilang

Kini tak bisa ku cari

Separuh kesal dalam nadi

Apa kabar kertas kertas rindu?

Ku maknai kau sepotong pilu

Membawa Langkah indah senyummu

Dsimana kau simpan ujung temu

Saat ingin ku bawa kepelosok hatimu

Separuh Rasa

Sakit saat mendengar nama itu di telingaku

Tersenyum, dengan rasa kecurigaan

Ingin sekali merelakan dia untuknya

Ingin kugenggam separuh rindu

Untuk membagi rasa pada yang lainnya

Aku bingung

Aku takut sekali akan terjadi

Pada sebuah kehilangan pergi dan usai

Tinggal selangkah lagi

Kita dijauhkan olrh pandangan Ilahi

Terambak ambik oleh perpisahan

Singkat

Aku mau menjadi apa apa yang aku bisa

Membuatmu ingin lebih lama

Bahkan lebih dari selamanya

Jika kamu tanya

Berapa lama kita Bersama

Jawabannya ada dibaris ketiga

Paragraf pertama

Dan kau harus paham

Bahwa bersamamu aku sangan membenci judul kalimat ini

Kusimpan Janjimu di Kolong Langit

Pernah ada kamu untuk kuperjuangkan

Tetap berharap kamu memiliki meski sadar diri

Aku tidak pernah menjasi seorang yang kamu inginkan

Setiap cinta memang mempunyai batas

Hingga aku mengejarmu

Dan kusimpan semua janji

Yang pernah kau ucap dengan rapi

Suatu saat akan ku kembalikan kepadamu

Sebab aku tak ingin rumahku berantakan

Akibat janjimu yang berserakan

Alfi Syafiqah, santri MA. Darul Ihsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *