Rapuh
Saat Mentari membelenak di ufuk timur
Ketika bayang senyummu
Tak lagi memeluk mersah hariku
Semua hampa
Hanya kesal yang kini masih bergelora
Rapuh penyesalan yang tertinggal
Dalam kisah Sejarah
Merindukan bayangmu dalam sesal
Kini ku akui semua memang salahku
Maaf maaf yang bisa kulantunkan
Untukmu
Malam Tanpa Rindu
Saat kubermain diseparuh malam yang dingin
Kumenemukan bayang yang hilang
Pada senyuman lewat dua angan
Terhempit rasa pada kesenangan
Rindu saja aku nikmati
Pada sepucuk rindu asmara
Kini telah kuyakinkan
Malam ini tanpa sebuah rindu
Melukis mesra tanpa harus bertemu
Selamat malam aku rindu kamu
Rindu di Ujung Pertemuan
Tak kuhiasi pertemuan ini
Dengan seujung rindu yang sepi
Rindu adalah hal yang abadi
Telah kutemukan setetes air mata
Padsa pagi yang tak kunjung mengsenja
Penantian pada pada gelombang yang sama
Pada harapan aku berkata
Pada cinta aku mempunyai rasa
Janji yang sudah aku lewatkan
Kini berakhir pada sebuah kenangan
Dan kini yang kutakutkan
Adalah rindu sesaat
Rindu keabadian
Sekertas Rindu
Kulihat sebening air mata aku
Kupegang segenggam tanganku
Waktu berlalu membawa sayup sayup rindu
Terlepas terbawa terbawa angin dan hilang
Kini tak bisa ku cari
Separuh kesal dalam nadi
Apa kabar kertas kertas rindu?
Ku maknai kau sepotong pilu
Membawa Langkah indah senyummu
Dsimana kau simpan ujung temu
Saat ingin ku bawa kepelosok hatimu
Separuh Rasa
Sakit saat mendengar nama itu di telingaku
Tersenyum, dengan rasa kecurigaan
Ingin sekali merelakan dia untuknya
Ingin kugenggam separuh rindu
Untuk membagi rasa pada yang lainnya
Aku bingung
Aku takut sekali akan terjadi
Pada sebuah kehilangan pergi dan usai
Tinggal selangkah lagi
Kita dijauhkan olrh pandangan Ilahi
Terambak ambik oleh perpisahan
Singkat
Aku mau menjadi apa apa yang aku bisa
Membuatmu ingin lebih lama
Bahkan lebih dari selamanya
Jika kamu tanya
Berapa lama kita Bersama
Jawabannya ada dibaris ketiga
Paragraf pertama
Dan kau harus paham
Bahwa bersamamu aku sangan membenci judul kalimat ini
Kusimpan Janjimu di Kolong Langit
Pernah ada kamu untuk kuperjuangkan
Tetap berharap kamu memiliki meski sadar diri
Aku tidak pernah menjasi seorang yang kamu inginkan
Setiap cinta memang mempunyai batas
Hingga aku mengejarmu
Dan kusimpan semua janji
Yang pernah kau ucap dengan rapi
Suatu saat akan ku kembalikan kepadamu
Sebab aku tak ingin rumahku berantakan
Akibat janjimu yang berserakan
Alfi Syafiqah, santri MA. Darul Ihsan
